PERS RILISREPORTASE

Warga Wadas Mempertahankan Ruang Hidupnya Dari Kerakusan Rezim Neoliberal

0

Bogowonto Rebellion

Hanya berselang satu hari setelah peringatan Hari Bumi 2021, warga Desa Wadas yang tengah mempertahankan tanah dan ruang hidupnya dari kerusakan lingkungan mendapatkan kekerasan dan represifitas dari aparat keamanan. Warga Desa Wadas menghadang rencana sosialisasi pematokan lahan yang diproyeksikan akan dijadikan lokasi pertambangan quarry batuan andesit sebagai bahan material Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener.

Berdasarkan kronologi dari yang dicatat oleh warga dan solidaritas Wadas, pada pukul 11 aparat keamanan berseragam lengkap mendatangi Desa Wadas menggunakan beberapa mobil yang berisi ratusan polisi. Kedatangan mereka terkait dengan rencana sosialisasi pemasangan patok rencana penambangan quarry batuan andesit untuk kebutuhan material pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener. Dalam mobil tersebut ada banyak aparat kepolisian dan TNI membawa senjata. Karena jalan sudah dihadang warga dengan menggunakan batang pohon, pihak aparat memaksa masuk termasuk dengan menggunakan gergaji mesin.

Warga menolak rencana penambangan batu andesit yang digunakan untuk pembangunan mega proyek Bendungan Bener, yang ditargetkan akan beroperasi pada 2021. Tambang tersebut berpotensi besar mengganggu ketentraman warga Desa Wadas saat ini merupakan tambang quarry atau penambangan terbuka (dikeruk tanpa sisa) yang rencana berjalan selama 30 bulan dengan cara dibor, dikeruk, dan diledakkan menggunakan 5.300 ton dinamit atau 5.280.210 kg, hingga kedalaman 40 meter.

Tambang quarry batuan andesit  di Desa Wadas menargetkan 15,53 juta meter kubik material batuan andesit untuk pembangunan Bendungan Bener, dengan kapasitas produksi 400.000 meter kubik setiap tahunnya. Jika hal itu terjadi, maka akan menghilangkan bentang alam dan tidak ada bedanya dengan memaksa warga untuk hidup dengan kerusakan ekosistem.

Proyek ini bagian dari proyek strategis nasional Jokowi dengan biaya pembangunan hingga Rp3 triliun. Pembangunan ini sendiri memerlukan lahan kurang lebih luasnya 462,22 hektar, terletak di Desa Guntur, Kecamatan Bener, Purworejo. Bendungan Bener ini akan membendung aliran Sungai Bogowonto bagian Hulu. Selain itu proyek ini akan memotong bukit di wilayah tersebut dan menghancurkan ekosistem sekitar. Warga menolak karena proyek tersebut dipaksakan dan akan berdampak pada banyak orang terutama petani dan masyarakat perdesaan di sekitar proyek.

Saat itu warga dalam posisi duduk sambil bersholawat atas Nabi SAW. Hingga akhirnya aparat tetap memaksa masuk termasuk menggunakan kekerasan dengan cara menarik, mendorong dan memukul warga termasuk ibu-ibu yang sedang bersholawat paling depan. Sekitar pukul 11.30 terjadi bentrokan. Warga dan beberapa mahasiswa yang bersolidaritas ditarik dan ditangkap secara paksa. Setelah itu warga mundur karena ditembak gas air mata. Sekitar jam 11.47 Julian, PBH LBH Yogyakarta sebagai kuasa hukum warga Wadas, dikerubung polisi hingga akhirnya juga ditarik paksa, dengan cara yang tidak manusiawi, rambut dijambak dll.

Pembangunan yang mengabaikan ruang hidup warga, konsistensi tata ruang, dan justru cenderung menggunakan pendekatan keamanan berupa kekerasan aparat kepada warga. Secara jelas pembangunan tersebut tidak mengindahkan tata ruang dan kehendak warga, dan bahkan menggunakan cara-cara kekerasan adalah watak dari new developmentalism yang jauh dari nilai-nilai kelestarian, kemanusiaan dan demokrasi. Menjadi salah satu watak rezim neoliberal koersif yang merampas hak rakyat untuk kepentingan akumulasi ruang dan modal. Menujukan sebuah pola di mana ruang-ruang demokrasi telah dihilangkan, dan menandai upaya marjinalisasi masif sebagai salah satu pola utuh kapitalisme ruang. Yang rakus tanah, nyawa dan tidak manusiawi.

Mari luaskan solidaritas, kuatkan barisan, untuk memperkuat kembali gerakan kontra hegemonik. Perjuangan warga wadas hanya satu noda, di mana rakyat semakin dieksklusi ruang hidupnya.

Hasil Riset Oxfam Menyebutkan Emisi Karbon Terbesar Dihasilkan Oleh Satu Persen Orang Kaya

Previous article

Kami Akan Tetap Ada dan Berlipat Ganda untuk Merebut Kembali Tanah Kami di Pakel, Banyuwangi

Next article

You may also like

More in PERS RILIS