PERS RILIS

Surat Solidaritas Venezuela Melawan Imperialisme

0

Untuk Rakyat Dunia

Saudara-saudaraku:

Saya menyambut Anda dengan penuh kasih sayang dalam kesempatan memberikan informasi kepada Anda tentang tindakan Venezuela baru-baru ini untuk menghadapi dan mengatasi blokade ilegal yang telah diberlakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap negara saya selama hampir dua puluh tahun, dengan radikalisme khusus selama lima tahun terakhir, mengakibatkan efek serius terhadap kinerja normal perekonomian Venezuela, yang berdampak pada kesejahteraan penduduk.

Dalam pengertian ini, saya ingin menjelaskan kepada Anda tentang pengabsahan instrumen legislatif yang sangat penting, yang telah disahkan sebagai “Undang-undang Anti Blokade Pembangunan Nasional dan Jaminan Hak-hak Rakyat Venezuela”, yang berfokus pada mempertahankan warisan, kedaulatan dan martabat Tanah Air kita, serta hak rakyat kita untuk perdamaian, pembangunan, dan kesejahteraan.

Ini adalah tanggapan hukum yang diperlukan dari Negara Venezuela, selaras sempurna dengan Hukum Internasional, yang akan memungkinkan terciptanya mekanisme untuk meningkatkan pendapatan negara dan menghasilkan insentif yang rasional dan memadai, di bawah kendali yang fleksibel, untuk merangsang kegiatan ekonomi internal dan melaksanakan aliansi produktif, melalui investasi asing, yang mendukung pembangunan nasional.

Di sisi lain, dalam bidang politik, saya merasa terhormat untuk menegaskan kembali bahwa dalam menghadapi agresi eksternal yang ditimbulkan oleh Tindakan Koersif Sepihak Amerika Serikat terhadap Venezuela, panji kita sedang dan akan terus memperkuat dan memperdalam demokrasi kita.

Terlepas dari pandemi COVID-19, persiapan untuk pemilihan legislatif pada 6 Desember bergerak maju dengan cepat, di mana penduduk akan secara masal memenuhi mandat konstitusional untuk memilih parlemen nasional yang baru.

Dalam pemilu ini, yang kondisinya disetujui oleh berbagai sektor oposisi demokratis di negara saya, lebih dari 90% organisasi politik yang terdaftar di Dewan Pemilihan Nasional akan berpartisipasi, dengan total 107 partai politik -98 di antaranya adalah oposisi- dan lebih dari 14.000 kandidat yang akan memperebutkan salah satu dari 277 kursi parlemen.

Hasil dari persaingan elektoral ini niscaya akan memberikan kekuatan yang lebih besar bagi bangsa kita dan rakyat kita, yang telah melawan agresi asing dengan martabat dan ketegasan dan, bagaimanapun juga, menjaga semangat cinta dan solidaritas mereka.

Kamerad, setelah Saya memberikan informasi terbaru kepada Anda tentang dua elemen situasi nyata di Venezuela ini, izinkan saya berbagi dengan Anda beberapa informasi yang menarik, untuk memperluas jangkauan pengetahuan Anda tentang kerangka umum yang menjelaskan realitas negara saya saat ini.

Sejak 2014, Amerika Serikat telah menyetujui undang-undang dan 7 dekrit atau perintah eksekutif, serta 300 tindakan administratif, yang bersama-sama membentuk kebijakan agresi multiformis (beraneka ragam) yang canggih terhadap Venezuela.

Dalam lima tahun, blokade berhasil menghentikan pembiayaan ke Venezuela, mencegahnya mengakses devisa yang dibutuhkan untuk membeli makanan, obat-obatan, suku cadang, dan bahan mentah penting untuk kegiatan ekonomi. Selama periode tersebut, Venezuela mengalami penurunan pendapatan luar negeri paling tajam dalam sejarahnya, mendekati 99%.

Amerika Serikat telah menetapkan larangan perdagangan hidrokarbon Venezuela, produk ekspor dan sumber pendapatan fiskal utamanya. Dalam konteks ini, sejak awal pandemi akibat virus korona baru, dalam beberapa kesempatan Amerika Serikat secara terbuka membual telah menggerebek kapal-kapal yang membawa ke Venezuela produk-produk yang dibutuhkan untuk memproduksi bensin dan memasok pasar bahan bakar domestik, yang semakin memperburuk situasi ekonomi.

Atas dasar peraturan ilegal ini, Amerika Serikat telah menyita uang dan aset dari PDVSA, perusahaan minyak Venezuela, termasuk beberapa kilang di tanah AS, yang nilainya melebihi 40 miliar dolar.

Instrumen hukum ini adalah lengan penegakan blokade yang kejam terhadap rakyat Venezuela, yang oleh Alfred de Zayas, seorang ahli Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa yang independen, dengan tegas menggambarkannya sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Sejalan dengan hal tersebut, dalam penyelidikan oleh Pusat Studi Kebijakan Ekonomi Amerika Serikat tentang blokade Venezuela, ekonom Amerika Jeffrey Sachs, penasihat khusus Organisasi PBB untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, menetapkan bahwa blokade terhadap Venezuela ini bertanggung jawab atas setidaknya 40 ribu kematian di negara saya, yang sanksi-sanksi tersebut harus dianggap sebagai “hukuman kolektif rakyat Venezuela.”

Dalam pernyataan resmi yang mengejutkan dari Januari 2018, Departemen Luar Negeri AS mengakui niat ilegalnya:
“Kampanye desakan terhadap Venezuela berhasil. Sanksi finansial yang kami berikan telah memaksa Pemerintah untuk mulai gagal bayar, baik dalam utang negara maupun PDVSA, perusahaan minyaknya. Dan apa yang kami lihat (…) adalah kehancuran ekonomi total di Venezuela. Oleh karena itu, kebijakan kami berhasil, strategi kami berhasil dan kami akan menjaganya.”

Ini adalah pengakuan kejahatan internasional, tindakan kekejaman ekonomi, kejahatan terhadap kemanusiaan, dengan tujuan tunggal untuk merugikan negara saya dan rakyat Venezuela.

Penerapan Tindakan Koersif Unilateral secara ilegal, yang disebut secara eufemisme sebagai “sanksi”, adalah kebijakan yang berulang kali ditolak oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, bertentangan dengan Hukum Internasional dan melanggar Piagam PBB.

Untuk semua yang disebutkan di atas, 13 Februari lalu, Venezuela pergi ke Pengadilan Kejahatan Internasional untuk mengecam mereka yang, dari Amerika Serikat, telah melakukan kejahatan keji terhadap kemanusiaan ini. Saya yakin bahwa tidak lama lagi, keadilan internasional akan memandang Venezuela dengan objektif dan akan melihat kerusakan besar yang telah ditimbulkan Amerika Serikat pada rakyat yang damai, penuh kasih dan pekerja keras.
Saya ingin menyampaikan apresiasi atas pertimbangan yang Anda miliki dalam meninjau isi surat ini, yang saya harap dapat bermanfaat untuk tetap memberikan informasi yang benar kepada Anda tentang situasi sebenarnya di Venezuela, dan pada saat yang sama saya mengucapkan terima kasih atas solidaritas permanen Anda ke Venezuela. Bersama-sama kita akan menang!

Hormat kami,
Nicolás Maduro Moros

Mengurai Benang Kusut Aksi #MosiTidakPercaya di Banyuwangi

Previous article

Konstruksi Sosial yang Melanggengkan Ketidakadilan Terhadap Perempuan dalam Mengelola Ruang Hidup

Next article

You may also like

More in PERS RILIS