RENUNGAN

Surat Gunarti Kepada Indocement: Kendeng Lestari untuk Anak Cucu

0

Surat dari Gunarti (JMPPK)

Doc JMPPK

Kendeng, 29/05/2020

Salam Kendeng Lestari

Siang malam tanpa henti aku berdoa agar Ibu Bumi tetap lestari. Agar kita semua juga dilestarikan oleh Ibu Bumi dan Bapa Angkasa.

Saudaraku yang ada di mana saja, semoga masih tetap semangat untuk membela Ibu Bumi agar terbebas dari masalah. Walaupun dengan cara masing-masing tetapi harus terus dilakukan dan tetap melangkah. Ada yang mampu bergerak dan ada yang hanya bisa berdoa agar tetap bersatu. Tak perlu cara yang muluk-muluk untuk membela dan berbakti kepada Ibu Bumi. Bisa saja engan cara sederhana yang dilakukan setiap hari dengan konsisten.

Seperti kita merawat keluarga dan dan apa saja yang kita miliki. Tak perduli itu makhluk hidup atau benda mati, tetap perlu kita jaga dengan kasih sayang.

Ibu Bumi tidak banyak meminta pada kita untuk membuktikan bakti kepadanya. Cara sederhana tapi juga bukan sesuatu yang bisa kita anggap remeh.

Saudara-saudaraku yang ada di mana saja, saudaramu yang ada di sini masih tetap semangat. Apalagi di saat sekarang ketika datang saudara kita yang bernama Corona. Saudara-saudaramu yang ada di sini tidak patah semangat untuk menjaga Ibu Bumi.

Semoga saudara-sadaruku tetap sehat dan menyadari juga bahwa saudara kita yang bernama Corona itu juga makhluk ciptaan Tuhan yang juga memiliki tugas masing-masing.  Agar kita tetap mengasihi lingkungan. Alam dan Ibu Bumi juga akan tetap menyayangi semua makhluk yang ada di dunia ini. Baik yang terlihat dan tidak terlihat oleh mata.

Dengan adanya kejadian ini seharusnya kita semua menyadari bahwa kita bukan apa-apa tanpa kasih sayang Ibu Bumi. Dan, kita wajib bersyukur karena Ibu Bumi masih memberi pangan, air dan udara yang menjadi kunci kehidupan semua mahluk.

Jangan membenci virus. Jangan merendahkan virus. Karena walaupun halus, kecil dan tak terlihat oleh mata namun dapat menyebabkan kekacauan di dunia ini. Virus belum tentu jahat. Makanya kita jangan menyebutnya sebagai barang jahat karena manusia juga belum tentu baik dan sempurna.

Homratilah sebagai sesama mahluk ciptaan Tuhan yang hidup dan memiliki tugas di dunia ini.

Seharusnya keadaan ini menjadi pengingat bagi saudara-saudaraku para pemegang saham PT Indocement dan perusahaan semen lainnya. Ingatlah saudaraku bahwa di manapun juga uangmu itu tidak enak dan tidak bisa kau makan.

Ingatlah bahwa yang bisa kau makan itu keluar dari perut Ibu Bumi yang dihasilkan dari keringat para petani.

Saham yang kau tumpuk hanya mennyusahkan mahluk lain.  Hanya merusak bumi dan merusak persaudaran sesama manusia.

Sanggupkan para pemegang saham menanggung dosanya? Coba rasakan dan hayati dengan hati nuranimu yang paling dalam. Apakah kami pernah menyusahkan kalian? Mengancam kalian sampai ke anak cucu kalian? Tidak pernah. Lalu kenapa kalian tega melakukannya pada kami?

Renungkalah jika suatu saat kamu hanya punya uang dan pabrik. Tapi kami para petani tak lagi mau menjual hasil pertanian kamu pada kalian. Juga Ibu Bumi tak lagi mau mengeluarkan air. Apakah di meja makanmu masih akan tersedia hidangan makanan dan minuman? Apakah uangmu bisa kau gunakan untuk memberi makan keluarga dan keturunanmu?

Ayo saudaraku, cepatlah sadar dan bertaubat bahwa kita tak bisa hidup sendiri. Perlu bekerjasama. Jangan berlaku sok kuasa hingga melebihi kuasa Tuhan. Jangan suka menyakiti jika tak ingin disakiti.

Ayo saudaraku kita berbakti kepada Ibu Bumi dan Bapa Angkasa.

Ibu Bumi dan Bapa Angkasa ingin kita hidup dengan selaras. Hidup rukun, bekerjasama, saling menghormati dan saling menyayangi antar sesama manusia.Seperti hewan, tumbuhan, kayu, batu, air, angin, api, bintang, bulan dan matahari yang selalu selaras. Yang besar, yang kecil, yang terliaht dan tak terlihat, semua selaras. Kita saling membutuhkan. Itu semua diperintahkan oleh Tuhan Sang pencipta alam.

Saudara-saudaraku para pemiliik saham jangan khawatir. Jika ditinggal pabrik, percayalah kalian masih akan hidup dan berkecukupan.  Itu jika Ibu Bumi tak kalian rusak dengan saham kalian.

Mari menanam apa yang bisa kita makan. Yang bisa menehatkan badan kita dan anak keturunan kita. Menanam padi, jagung, ketela, kentang, juga sayur. Membuat kolam untuk beternak ikan. Membuat kandang untuk beternak ayam, bebek, kambing, sapi. Mari menanam bunga dan pohon.

Itu bagian dari cara kita menjaga dan berbakti pada Ibu Bumi.  Bahkan menanam rumput juga penting agar banyak hewan yang bisa makan dan betah tinggal disitu.

Namun menanam perilaku baik juga tak kalah penting. Menanam kebaikan kepada siapapun yang mau bersaudara dengan kita. Itulah yang bisa kita tanam untuk anak cucu kita. Menanam warisan kebaikan agar anak cucu kita juga dikasihi oleh sesama manusia. Hidup yang berarti adalah hidup yang tolong menolong.

Cukup banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari pandemi ini. Di negara manapun, semua membutuhkan pangan dan air. Hati-hati saudaraku. Ayo segeralah berhenti mengumbar nafsu untuk mengumpulkan harta benda yang berlebihan. Kita hanya perlu uang secukupnya saja.

Cukup sekian surat dariku.

Ayo kita sama-sama balajar untuk selalu sehat dan sadar lahir dan batin. Agar bisa berlaku baik, kontekstual dan berguna bagi sesama.

Ibu Bumi telah memberi,

Ayo kita bela Ibu Bumi,

Agar Ibu Bumi tetap lestari.

 

 

LBH Palangka Raya: Percetakan Sawah di Lahan Gambut untuk Siapa?

Previous article

Kekerasan dan Politik Representasi

Next article

You may also like

More in RENUNGAN